Takdir yang memilih usai
Setelah perjumpaan kita di sosial media tempo hari, dan semua pengakuan yang mengganjal di hati. Entah kenapa aku mulai sering memikirkanmu. Ada sesal menyelinap di dasar jiwaku. Kenapa bukan dari dulu kau lakukan ini padaku? Bukankah sekarang aku teramat jauh pergi, aku sudah menemukan hati yang lain, tempat berbagi segala resah dan gelisah. Kenapa waktu dengan tega menghadirkanmu kembali? Membawa kembali rindu yang mengabu, rindu yang dulu telah lenyap ditelan waktu. Kita kembali jatuh dalam perasaan yang kita sebut dengan cinta. Ah, bolehkah aku menyebutnya begitu? Aku bahkan tak boleh lagi mendambakanmu. Benar 'kan? Aku tau ini salah, ini dosa. Namun aku harus bagaimana? Aku terlanjur kembali jatuh, terlanjur menikmati rasa yang dulu pernah begitu mendambamu. Rasa yang dulu pernah sangat menginginkanmu. Aku ingin menyudahi semuanya, menenggelamkanmu kembali di sudut hati, menyimpannya rapat sebagai kisah terindah. Biarlah aku yang mencintamu sendiri. Biarkan semua seperti dulu...